Langsung ke konten utama

MANUSIA, MASYARAKAT, DAN HUKUM

Apa itu Politik Identitas?

Politik identitas adalah situasi yang ditandai dengan kebangkitan kelompok-kelompok identitas sebagai tanggapan untuk yang memarjinalisasikan mereka di masa lalu. Identitas berubah menjadi politik identitas ketika menjadi basis perjuangan aspirasi kelompok (Bagir, 2011). Identitas yang dalam kontek kebangsaan seharusnya digunakan untuk merawat kebinekaan bangsa ini, namun justru mulai tampak penggunaan identitas-identitas sekterian baik dalam agama, suku, daerah dan lain-lain. Identitas yang menjadi salah satu konsep kewarganegaraan (citizenship) adalah kesadaran atas kesetaraan manusia sebagai warga negara. Identitas sebagai warga negara ini menjadi bingkai politik untuk semua orang, terlepas dari identitas lain apapun yang dimilikinya seperti identitas agama, etnis, daerah dan lain-lain (Bagir, 2011: 17).

Politik identitas seringkali muncul dalam politik di Indonesia, munculnya politik identitas itu memiliki sejarah yang begitu panjang, sudah menjadi catatan sejarah bahwa Indonesia merupakan negara pluralistik yang tidak dapat dipungkiri menjadi entitas negara ini. politik identitas mengedepankan kepentingan dari suatu kelompok-kelompok tertentu karena didasarkan kesamaan identitas maupun karakteristik, baik ditemukannya pada etnisitas, budaya, gender atau agama. Politik identitas yang didasarkan kepada kepentingan identitas tertentu tidak jarang menjadi konflik politik, ketegangan itu lebih terlihat lagi pada kelompok yang superior dan inferior atau bahkan dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas. 

Pada gerakan politik identitas ini isu-isu keadilan, kesetaraan menjadi isu sentral perjuangannya bahkan dapat dipandang sebagai perwujudan dari politik identitas yang dalam perkembangannya banyak dari kelompok-kelompok elit politik untuk berkuasa dan tampil sebagai pemimpin, politik identitas itu justru dikooptasi dan dipergunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk melanggengkan kekuasaan politik. Politik identitas digunakan untuk meraih kemenangan politik justru mendorong pertikaian atau konflik dengan identitas yang lain. Politik identitas yakni adanya dorongan untuk menjaga karakteristik tertentu, melesterikan semangat kolektif sebagai jatidiri sesorang, sehingga keberadaan budaya tertentu tidak akan luntur dan hilang. Realitas politik di Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya yang heterogen etnis justru sering memainkan peran yang begitu penting. 

Seharusnya politik identitas tersebut dapat dilebur menjadi politik kebangsaan, menghilangkan ego sektoral, mengedepankan kepentingan bangsa dan masyarakat. Politik kenegaraan dan nasionalisme berlandaskan pancasila merupakan cara politik kebhinnekaan dengan tujuan akhir untuk 
kesatuan dan kemajuan bangsa. Pada sisi lain tentunya dibutuhkan kesepakatan 
menghilangkan sekat-sekat perbedaan.

Komentar